Why You Worry When You Can Plan Ahead? (part 1)

Buat kalian yang belum pada tau, di kantor gue hampir tiap bulannya ada acara community. Acaranya macem-macem, buat kalian yang sering lihat instagram story gue *yah ngartis*, gue sempet ikutan Cityscape Photography, Manual Coffee Brewing — yang pernah gue tulis juga di blog ini, dan yang paling baru, financial talk dari Jouska.id. Gue sendiri ga terlalu tahu sebenernya sama Jouska, sering banget ngeliat following gue nge repost post maupun stories mereka. Kenapa ngga follow? Biarlah feeds gue berisi hal-hal yang duniawi dan hedonisme aja hahaha. Ngga deng, pingin aja yang berbau duit gini ada di platform yang berbeda.

Kembali ke acara ini, karena gue baru ngeh followores Jouska itu hampir setengah juta, ketika acara ini diumumin gue agak pesimis bakal dapet (sistem siapa yang dapet ini sampe sekarang masih jadi misteri haha). Nah, tapi beberapa hari sebelumnya, gue dimintain tolong untuk bikin video bumper sama panitia community buat ditampilin di bioskop (iya yang layarnya gede) sebelum acara nobar Avengers: Endgame. Buat pembuatan video ini, kayanya bakal gue bikin post juga, karena sangat menarik ;D at least for me 😛

Karena mereka merasa berhutang budi (lul), akhirnya gue dikasih previlage untuk book satu dari tiga community event yang ada pada hari itu, yang akhirnya gue putuskan ambil Jouska aja. Hitung-hitung biar gue belajar juga lah investing, biar ga jadi average consumer aja.

Basic Triangle Goals

Jadi topik financial talk-nya sebenernya sama kaya judul post di atas. Dengan harapan lo bisa learn and plan your financial future. Materi ini dibawain sama co-founder Jouska langsung, Farah Dini Novita. Dia bilang ketika berbicara tentang financial, khusunya investing, kita harus tau dulu nih basic triangle goals. Nah dari gambar di atas, kita bisa tau kalau our current financial statement dan risk profile kita yang menopang goals kita ke depan. Nah gue mau coba jelasin nih tiap poin dalam segitga ini, correct me if im wrong ya, haha.

  1. Current Financial Statement
    Ketika harus berbicara tentang kondisi keuangan kita saat ini, atau istilahnya Net Worth, yang bisa lo lakuin adalah catat hutang dan asset yang lo punya. Asset sendiri dibagi dalam beberapa kategori:

    1. Lancar
      Bentuk dari asset lancar diantaranya: tabungan dan deposito. Perlu kalian tau kalau asset bentuk ini tuh rawan banget sama inflasi, misal kalian nyimpen 500 juta di deposito, tentu 10 tahun nilainya udah berubah kan, tapi bukan berarti ga punya asset lancar lho, asset ini penting buat dana darurat, kita ga ada yang tau kan kapan kita sakit atau kena bencana.
    2. Guna
      Asset guna nih kata si Farah asset yang paling enak buat pansos, hahaha. Karena yaa emang gitu kenyataannya, bentuk nyatanya nih mobil, rumah. Kan biasa gitu kalau macet di jalan update story nya dashboras
    3. Investasi
      Kayanya semua udah pada tau, yaitu bentuk asset yang nilainya bertambah seiring waktu (kalau invest nya bener yah ?). Idealnya persentase investasinya harusnya paling besar, di atas 50%.

      Net Worth ini erat kaitannya sama Cash Flow, atau arus kas. Cash Flow sendiri dibagi jadi 2, pendapatan dan pengeluaran. Pendapatan terdiri dari: Gaji, Bonus, THR. Normalnya bonus harus lari ke investasi, tapi yaa prakteknya agak susah ya ?. Sedangkan pengeluaran terdiri dari: Primer, Kewajiban, Sekunder, sama Tabungan/investasi. Contoh pengeluaran primer tuh kaya makan, transport, sesuatu yang lo ga bisa tinggalin buat bertahan hidup haha. Apa bedanya sama kewajiban? Contohnya kewajiban tuh kaya pajak, cicilan, asuransi. Nah kalo sekunder nih intinya entertainment lah buat lo, hal-hal yang buat lo stiil sane, inget, jangan kebanyakan tapi hahaha!

Karena topik ini lumayan panjang, kayanya bakal bosen sih kalau dibahas panjang lebar di sini, jadi tungguin aja buat part 2 sama part 3 nya! Bukan, ini bukan alesan berkedok males wk.

 

 

 

 

Kautsar Written by:

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *